SBY tidak mengambil kesempatan yang diberikan rakyat

Presiden Republik Indonesia yang pertama, Sukarno, selalu dikenang rakyat Indonesia sebagai pejuang dan negarawan “Proklamator”. Rakyat memakluminya sebagai negara yang baru merdeka, terjadi banyak konflik politik antara: Komunis, Islam, Nasionalis. Pada zaman itu komunis masih exist dan kuat berdiri didukung oleh Rusia. Bung Karno sebagai Bapak Bangsa berusaha merangkul ketiganya supaya tidak bentrok, dengan istilah “NASAKOM” atau Nasionalis, Agama dan Komunis.  Walaupun demikian konflik dalam negeri bak api dalam sekam menunggu saat yang baik untuk berontak. Ekonomi makin terpuruk lebih-lebih setelah konfrontasi dengan Malaysia.

Presiden kedua, Suharto, setelah bangsa trauma saat pembasmian komunis. Suharto mendapat legitimasi penuh dari rakyat untuk mengamankan bangsa dari segala macam pemberontakan. Setelah dunia Internasional yakin bahwa Indonesia anti komunis, bantuan luar negeri berupa pinjaman atau utang dari negara-negara non komunis mengalir deras. Pembangunan maju pesat, industri berkembang pesat, ekonomi membaik. Ini sebagai obat mujarab untuk untuk bisa berkuasa selamanya. Gelar yang diterima Suharto: “Bapak Pembangunan”. Karena pembangunan yang dilakukan bukan atas dasar kekuatan yang sebenarnya, begitu ada krisis ekonomi yang dimulai dari Thailand, ekonomi Indonesiapun ambruk. Seperti balon yang ditusuk jarum, langsung kempes dan meledak. Bapak Pembangunanpun lengser dengan tidak terhormat melalui demonstrasi yang meminta reformasi.

Presiden ketiga, B.J.Habibie, sebagai wakil Presiden yang menggantikan Suharto, berusaha untuk membereskan semua karut marut akibat krisis dan demonstrasi 1998. Berusaha sebagai orang demokrat, terprovokasi di Timor Timur, entah salah menhitung atau akibat desakan luar negeri, dilakukan referendum untuk memberikan kesempatan kepada rakyat Timor Timur memilih sendir mau tetap bergabung dengan Repubik Indonesia atau mau memisahkan diri. Seperti diperkirakan banyak orang, Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia. Timor Timur yang telah mengorbankan dana dan jiwa para prajurit Indonesia, menjadi negara Timor Leste. Walaupun demikian B.J. Habibie mempunyai niat yang baik. Saya cenderung memberi nama: “Bapak Beres-Beres”.

Presiden keempat, Gus Dur, lengkapnya KH. Abdurahman Wahid, dikenal sebagai presiden yang sederhana, berfikiran merakyat dan terkenal “Pluralisme”. Sangat toleran dan menghargai terhadap keragaman suku dan agama.

Presiden kelima, Megawati Sukarno Putri. Selama Megawati jadi presiden, terkenal sedikit bicara. Apalagi yang saatnya memang tidak perlu bicara, yang seharusnya bicarapun tidak bicara. Megawati telah mempersiapkan, pemilihan umum utuk memilih presiden. Dapat gelar: “Ibu Demokrasi”.

Presiden keenam periode pertama, Susilo Bambang Yudhoyono atau dikenal dengan singkatan SBY. Pada periode pertama, pembangunan ekonomi belum terlihat, barangkali karena banyak sekali musibah. Musibah tsunami di Aceh, musibah kebocoran lumpur panas Lapindo, musibah banjir dimana-mana, musibah musim kering dan kemarau yang panjang.

Rakyat Indonesia memberikan kesempatan kedua untuk jadi presiden RI 2009-2014, kepada SBY sebagai presiden untuk memenuhi janji-janjinya. Janji yang palin diingat rakyat adalah perkataan SBY saat kampanye: “Saya akan memimpin sendiri dan berdiri paling depan untuk memberantas korupsi”.

Harapan rakyat untuk memperoleh pemimpin negara yang anti korupsi punah dan sirna. Secara kasat mata, musibah yang lebih besar lagi menimpa bangsa ini dengan adanya mega skandal Bank Century, penggembosan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mafia hukum, korupsil pajak oleh Gayus, skandal pajak oleh perusahaan Bakrie, isu rekening gendut beberapa pimpinan kepolisian dan lain-lain. SBY sama sekali tidak pernah memenuhi janjinya untuk memimpin dan berdiri paling depan memberantas korupsi.

Bicaranya selalu sesuai norma-norma yang normal. “Kita serahkan kepada hukum yang ada”. Padahal semua orang sudah tahu, aparat hukum kita sedang sakit berat dan banyak terlibat dengan mafia hukum. Presiden hanya cukup membuat “Komisi anti Mafia Hukum”. Tak peduli apakah komisi ini hanya menghasilkan penemuan ruang penjara mewah yang dihuni Artayita Suryani penyuap Jaksa Urip Tri Gunawan, setelah itu tidak menghasilkan apa-apa. Ini namanya tidak bertanggung jawab, baik Komisi yang dibentuk maupun yang membentuknya yaitu Presiden.

Keberpihakan untuk memberantas korupsi sesuai dengan janjinya tidak terlihat lebih banyak asal terlihat saja. Pada skandal Bank Century, walau DPR sudah memutuskan utuk diusut keranah hukum karena banyak bukti diketemukan DPR. Proses hukum sampai tulisan ini dibuat, sedang dalam proses penguburan. Tetapi membaca buku gurita cikeas karya George Junus Aditjondro, mengindikasikan adanya keterlibatan pemimpin bangsa dalam skandal Century. Mudah-mudahan hal ini tidak benar, karena merupakan bencana besar bagi bangsa ini. Saya mengharapkan presiden RI harus jadi pahlawan bagi bangsanya bukan menghianati amanat yang diberikan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mengubur Skandal Bank Century

Tidak akan ada asap bila tidak ada api. Kalau benar pengucuran dana talangan (bail-out) Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun itu adalah keputusan yang benar, yang didasarkan pada pertimbangan yang benar, serta dilakukan untuk tujuan yang benar, mestinya tidak perlu terjadi kehebohan seperti yang sekarang ini tengah berlangsung.

Fakta yang digali Pansus di DPR menggelinding tuntutan untuk menyelidiki skandal Bank Century ke ranah hukum. Hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dari keputusan pemberian dana talangan tadi. Bahkan Jusuf Kalla, saat masih menjabat sebagai Wapres telah mengatakan, bahwa ini merupakan perampokan uang negara!

Saat ini awal September 2010, penuntutan skandal ini sedang terkubur di KPK, dengan alasan tidak cukup bukti, padahal menurut Pansus berpendapat buktinya berjubel. Entah sampai kapan skandal ini dikubur. Kuburan ini terlalu besar untuk dilupakan. Suatu saat akan digali lagi. Apakah akan digali lagi dan diusut menunggu tahun 2014 setelah penggantian Presiden ?

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Koruptor lebih bejat moral dari Pelacur

Sering kita disuguhi berita di TV atau di koran, polisi atau polisi pamong praja menggrebek atau merazia tempat pelacuran. Bahkan pelacur yang berkeliaran dijalan ber-kejar-kejaran dengan petugas. Mereka dianggap bersalah karena pelacuran dijadikan nafkah untuk mencari rezeki. Petugas itu tidak salah mereka menjalankan tugas. Bahkan di beberapa daerah sudah memiliki peraturan daerah, yang melarang pelacuran. Mereka yang menurut pengamatan petugas, wanita pelacur, petugas berhak dan berkewajiban menangkap.

Bahkan suatu hal yang sangat biasa diberitakan, beberapa organisasi masa, baik yang berlandaskan suatu front agama tertentu ataupun berlandaskan moral tertentu, sepertinya berhak pula untuk menggrebek atau mengusir adanya pelacuran.

Pelacuran yang pelakunya dulu disebut “wanita pelacur” telah diperhalus dengan disingkat menjadi wanita P, lalu diperhalus lagi menjadi WTS singkatan wanita tuna susila, malah sekarang jadi sangat halus sekali dan disebut PSK singkatan dari pekerja seks komersial. Sebutan yang terakhir ini apa berarti ini sudah di terima sebagai salah satu bidang pekerjaan ? Kita tidak memperdebatkan soal istilah yang kita buat sendiri. Tetapi apa hakekat dari pelacuran sendiri.

Mari kita lihat adakah suatu daerah yang sudah mampu membasmi pelacuran ?  Pelacuran umumnya melekat dengan kemiskinan ? Apakah itu berarti negara yang kaya tidak ada pelacuran ? Di Jepang, misalnya, pelacuran tetap ada. Pelacuran di negara kaya seperti Jepang berbeda dengan pelacuran di negara yang miskin seperti Indonesia. Di Indonesia pelacur yang berasal dari lokal tarifnya sangat murah dibanding pelacur dari luar negeri semisal dari Philipina, China, Timur Tengah dll. Tidak demikian halnya di Jepang. Di Jepang, pelacur lokal atau pelacur orang Jepangnya sendiri tarifnya bisa empat lima kali tarif pelacur yang import. Kenapa demikian ? Di Jepang, kalau ada wanita melacur umumnya akibat masalah yang tidak hubungannya dengan dorongan untuk mencari nafkah bukan untuk mencari makan, umumnya akibat kesepian, bercerai dengan suami dan lain-lain. Bisa ditarik kesimpulan perempuan Jepang yang melacurkan diri hampir dikatakan tidak ada. Sesulit seperti apapun lapangan kerja terbuka. Berbeda dengan di Indonesia, banyak wanita terpaksa berpikir pendek, dari pada mati kelaparan maka melacurkan diri. Barangkali alasan inilah alasan kenapa wanita pelacur sekarang istilahnya diganti pekerja seks komersial. Walaupun demikian kita tidak rela dan tidak ikhlas wanita Indonesia banyak yang terpaksa memilih pekerjaan ini.

Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan adanya pelacuran, tapi hanyalah mengelurkan pendapat kenapa pelauran di Indonesia ini saat ini sangat marak. Bagi orang asing yang datang ke Indonesia, seks di Indonesia murah meriah. Sepertinya kita tidak percaya bahwa pelacuran di Indonesia lebih parah dibanding Thailand sepuluh tahun lalu, dimana saat itu Thailand sedang dikenal negara yang menjual seks. Saat ini Thailand sudah mulai menjadi negara maju diatas Indonesia dan pelacuran sudah agak menurun, walau dampak negatif akibat pelacuran masih tetap terlihat. Indonesia sepertinya masih lebih baik dari Thailand karena kita masih tidak terbuka matanya dan tidak di legalisir oleh Pemerintah.

Dulu waktu ada lokalisasi pelacuran, banyak yang pro dan kontra karena kekhawatiran seolah-olah Pemerintah melegalisir pelacuran. Walaupun saat ini lokalisasi pelacuran sudah tidak ada, tapi nyatanya pelacuran makin banyak dan makin parah serta makin murah.

Unuk menghilangkan pelacuran, atau bagi yang realistis katanya pelacuran selalu ada sepanjang zaman, karena itu seandainya dihilangkan sama sekali tidak bisa maka setidaknya dikurangi kuncinya sebenarnya adalah menciptakan lapangan kerja. Kenapa lapangan kerja di Indonesia sangat sulit diperoleh, kembali kita arahkan kepada para pemimpin dan pejabat negara. Di Indonesia sebagian besar pejabat negara korupsi, entah itu eksekutif, legislatif dan lebih berat lagi ke Yudikatif.

Dengan tanpa menyampingkan bahwa pelacuran itu adalah perbuatan yang tidak bermoral, bahkan zaman dulu dalam beberapa alkitab hukumannya adalah dirajam atau bahkan dilempar batu sampai mati. Bagaimana hukumannya dengan para koruptor ? Kalau pelacur saja bisa dihukum seberat itu, kenapa koruptor hanya dihukum lima atau tujuh tahun. Koruptor inilah sebenarnya yang sangat bejat moral melebihi wanita pelacur.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Politisi yang Cerdas tapi Kerdil

Politisi ini dalam bicaranya selalu membesar-besarkan titel atau status kesarjanaan seseorang. Gaya bicaranya ceplas ceplos seperti memuji tapi menjatuhkan dan menyakitkan. Itulah Ruhut Sitompul.

Pada 8 September 2010, saya baca di Yahoo News dia mencaci seorang Kolonel Angkatan Udara yang menulis di Kompas pada 6 September 2010 dengan judul:”Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan”. Dia tidak membahas isi tulisan itu, tapi mencaci sang kolonel yaitu Kolonel Penerbang Adjie Suradji, dengan sebutan “Kolonel Kutu Kupret“, karena seorang anggota TNI dan Polri tidak boleh bicara soal politik.

Dimana letak cerdasnya politisi diatas?. Kecerdasan itu macam-macam, ada IQ ada EQ ada kecerdasan seni nyanyi, kecerdasan seni nyanyi dan ada kecerdasan bicara atau kecerdasan vokal. Saya kira politisi ini yang sangat menonjol memiliki kecerdasan vokal yang tinggi, tentu saja ditunjang kecerdasan lainnya.

Dimana letak kerdilnya politisi ini? Berpandangan sempit hanya untuk kepentingan diri sendiri saja dan kelompoknya. Dia selalu dan hanya mendengar dari siapa yang berbicara bukan apa isi pembicaraan. Dia punya hak sebagai politisi untuk menanggapi tulisan tersebut, tapi tidak berhak untuk mencaci dengan sebutan kutu kulpret. Saya juga tidak tahu apa itu kutu kulpret, tapi kalau itu pujian saya minta maaf. Sangka buruk saya kutu kulpret adalah cacian.

Mudah saja memberikan komentar tulisan Adjie Suradji itu:

  1. Karena penulis seorang TNI, dia harus mengundurkan diri atau dipecat.
  2. Isi tulisan, merupakan tulisan yang sangat cerdas, pemimpin bangsa ini harusnya dipimpin oelh pemimpin yang cerdas yang membawa perubahan. Pemimpin yang jujur dan cerdas saja tidak cukup.
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pembakaran Al Qur’an dan Konflik Agama di Bekasi

Sehari setelah Idul Fitri 1431H atau 12 September 2010 ada beberapa kejutan:

  1. Pendeta Terry Jones yang mencari popularitas dengan membuat pengumuman akan membakar Al Quran pada peringatan 11 September 2001. Rencana ini dibatalkan. Tentu saja semua orang tahu ayau ingin siapa Terry Jones. Pendeta yang selama ini sama sekali tidak terkenal. Tapi boleh juga sich idenya untuk mencari sensasi untuk bisa terkenal keseluruh dunia.
  2. Peristiwa Bekasi, adanya peristiwa penusukan dan pemukulan pada salah seorang kelompok HKBP. Kelompok HKBP melakukan ibadah agama ditempat yang belum mendapat izin pendirian tempat ibadah.  Kepolisian sedang melakukan pengusutan, menurut Kepolisian peristiwa ini murni sebagai kriminal.

Kedua peristiwa diatas mengancam kehidupan kerukunan beragama. Ajaran semua agama, adalah hidup dalam kedamaian. Pegangan orang Islam sesuai dengan tuntunan dalam Al Quran: “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku” (Surat 109 ayat 6).

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Republik ini harus bertanggung jawab menyelesaikan kebocoran lumpur Lapindo

Berbeda dengan keoboran tambang minyak Beyond Petroleum (BP), perusahaan minyak Inggris, hanya dalam waktu tiga bulan kebocoran teratasi. Hal ini berkat kegigihan Presiden Amerika Serikat, Obama untuk memperjuangkan melindungi rakyat Amerika dan alam lingkungan Amerika.

Tidak demikian halnya dengan kebocoran lumpur panas Lapindo di Sidoarjo. Sampai sekarang masih dibiarkan merusak lingkungan, diameter atau garis tengah daerah kerusakan makin lama makin besar. Dalam empat tahun diameter kerusakan telah mencapai tiga kilometer. Lumpur ini akan terus keluar paling tidak selama 50 tahun ! Diperkirakan dalam waktu tigapuluh tahun, kerusakan lingkungan akan mencapai diameter dua puluh sampai tiga puluh kilometer atau luas daerah lebih dari 250 km peresegi ! Ini akan menjadi catatan hitam dari sejarah kita , dan ini akan menjadi warisan yang memilukan bagi anak cucu generasi yang akan datang. Dan akan menjadi pertanyaan kenapa tidak diselesaikan sejak tahun 2006 ! Banyak pakar pengeboran minyak, menutup kebocoran lumpur ini jauh lebih mudah dibanding kebocoran minyak di teluk Mexico. Pemerintah Indonesia tidak berani menekan dan memaksa PT. Lapindo Brantas  untuk mengeluarkan biaya penyelamatan dan ganti rugi atas kerusakan lingkungan dan infrastruktu yang ada. Bahkan kerugian penduduk akibat musibah ini kalau bisa berkelit dengan berbagai cara termasuk pendekatan kepada para pejabat negara.

Beberapa langkah yang saya usulkan:

  1. Pemerintah secara resmi, meminta kepada perusahaan PT. Lapindo Brantas untuk menyelesaikan masalah ini. Bila menolak dengan berbagai alasan maka, ajukan ke Pengadilan, untuk menentukan apakah kebocoran lumpur ini akibat kesalahan pengeboran atau akibat bencana alam. Tentu proses pengadilan ini akan makan waktu yang lama. Semua asset Perusahaan Lapindo Brantas dan pemilik saham perusahaan harus di blokir untuk tidak diperjual belikan ke perusahaan lain sebelum proses pengadilan selesai.
  2. Sambil menunggu proses pengadilan, karena kebocoran lumpur ini jelas merusak dan menyengsarakan rakyat. Pemerintah RI harus menyelesaikan musibah ini dengan uang rakyat RI dulu. Lakukan tender terbuka secara internasional undang seluruh perusahaan yang mampu menutup kebocoran ini.
  3. Bila ternyata hasil pengadilan memutuskan bahwa kejadian ini akibat kesalahan perusahaan pengeboran PT. Lapindo Brantas, semua biaya yang telah dan akan dikeluarkan dibebabnkan kepada PT. Lapindo Brantas.
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Koruptor itu KAFIR

Saya sudah membaca buku yang berjudul: “Koruptor itu kafir”, telaah fiqih dalam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Saya setuju sekali dengan judul itu, tapi sayang sekali dalam buku itu tidak begitu mendalam membahas kenapa koruptor bisa dikategorikan orang kafir. Juga tidak ada kesimpulan dan keputusan secara tegas bahwa koruptor itu kafir.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar